MOBILE DIGITAL RADIOGRAPHY
Mobile DR MARS 15 DR MOTORIZED 200mA
STATIONARY DIGITAL RADIOGRAPHY
MARS 40 DR 500mA & MARS 50 DR 630mA DUAL DETECTOR
1. Pengertian
Digital radiografi adalah
sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan
menggatikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan
dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau laser printer.
2.
Komponen Digital Radiography
Sebuah sistem digital radiographi terdiri dari 4
komponen utama, yaitu X-ray source, detektor, Analog-Digital Converter,
Computer, dan Output Device.
A. X-ray Source
Sumber yang digunakan untuk
menghasilkan X-ray pada DR sama dengan sumber X-ray pada Coventional
Radiography. Oleh karena itu, untuk merubah radiografi konvensional menjadi DR
tidak perlu mengganti pesawat X-ray.
B. Image Receptor
Detektor berfungsi sebagai Image Receptor yang menggantikan
keberadaan kaset dan film. Ada dua tipe alat penangkap gambar digital, yaitu
Flat Panel Detectors (FPDs) dan High Density Line Scan Solid State
Detectors.
1) Flat Panel Detectors (FPDs)
FPDs adalah jenis detektor yang
dirangkai menjadi sebuah panel tipis. Berdasarkan bahannya, FPDs dibedakan
menjadi dua, yaitu
a. Amorphous Silicon
Amorphous Silicon (a-Si)
tergolong teknologi penangkap gambar tidak langsung karena sinar-X diubah
menjadi cahaya. Dengan detektor-detektor a-Si, sebuah sintilator pada lapisan
terluar detektor (yang terbuat dari Cesium Iodida atau Gadolinium Oksisulfat),
mengubah sinar-X menjadi cahaya. Cahaya kemudian diteruskan melalui lapisan
photoiodida a-Si dimana cahaya tersebut dikonversi menjadi sebuah sinyal
keluaran digital. Sinyal digital kemudian dibaca oleh film transistor tipis
(TFT’s) atau oleh Charged Couple Device (CCD’s). Data gambar dikirim ke dalam
sebuah computer untuk ditampilkan. Detektor a-Si adalah tipe FPD yang paling
banyak dijual di industri digital imaging saat ini.
b. Amorphous
Selenium (a-Se)
Amorphous Selenium (a-Se) dikenal sebagai detektor langsung
karena tidak ada konversi energi sinar-X menjadi cahaya. Lapisan terluar dari
flat panel adalah elektroda bias tegangan tinggi. Elektrode bias mempercepat
energi yang ditangkap dari penyinaran sinar X mealui lapisan selenium.
Foton-foton sinar-X mengalir melalui lapisan selenium menciptakan pasangan
lubang electron. Lubang-lubang elektron tersebut tersimpan dalam selenium
berdasarkan pengisian tegangan bias. Pola (lubang-lubang) yang terbentuk pada
lapisan selenium dibaca oleh rangakaian TFT atau Elektrometer Probes untuk
diinterpretasikan menjadi citra.
2) High Density Line Scan Solid State
device
Tipe penangkapan gambar yang kedua pada DR adalah High Density Line
Scan Solid State device. Alat ini terdiri dari Photostimulable Barium Fluoro
Bromide yang dipadukan dengan Europium (BaFlBr:Eu) tatu Fosfor Cesium Bromida
(CsBr).
Detektor fosofor merekam energi sinar-X selama penyinaran dan
dipindai (scan) oleh sebuah dioda laser linear untuk mengeluarkan energi yang
tersimpan yang kemudian dibaca oleh sebuah penangkap gambar digital Charge
Coupled Devices (CCD’s). Image data kemudian ditransfer oleh Radiografer untuk
ditampilkan dan dikirim menuju work stasion milik radiolog.
C. Analog to
Digital Converter
Komponen ini berfungsi untuk merubah data analog yang
dikeluarkan detektor menjadi data digital yang dapat diinterpretasikan oleh
komputer.
D. Komputer
Komponen ini berfungsi untuk mengolah data,
manipulasi image, menyimpan data-data (image), dan menghubungkannya dengan
output device atau work station.
E. Output Device
Sebuah sistem digital
radiografi memiliki monitor untuk menampilkan gambar. Melaui monitor ini,
radiografer dapat menentukan layak atau tidaknya gambar untuk diteruskan kepada
work station radiolog.
Selain monitor, output device dapat berupa laser
printer apabila ingin diperoleh data dalam bentuk fisik (radiograf). Media yang
digunakan untuk mencetak gambar berupa film khusus (dry view) yang tidak
memerlukan proses kimiawi untuk mengasilkan gambar.
Gambar yang dihasilkan
dapat langsung dikirimkan dalam bentuk digital kepada radiolog di ruang baca
melaui jaringan work station. Dengan cara ini, dimungkinkan pembacaan foto
melaui teleradiology.
Kelebihan dan Kekurangan Digital Radiography
Kelebihan yang dimiliki digital
radiography antara lain:
a. Cepat dan efisien karena tidak membutuhkan kamar
gelap untuk pencetakan gambar.
b. Hasil lebih akurat.
c. Sistem sinar-X
(pesawat) dapat tetap digunakan dengan dilakukan moifikasi.
d. Tidak
membutuhkan ahli komputer karena perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur
image mudah digunakan.
e. Angka penolakan film dapat ditekan.
f. Dapat
digunakan untuk radiografi mobile X-Ray unit dengan detektor digital (flat
digital).
Kekurangan digital radiography antara lain :
a. Dibutuhkan
dana yang besar untuk mengganti fasilitas radiografi konvensional menjadi
digital.
b. Kesalahan faktor eksposi yang terlalu parah tidak dapat
diperbaiki.
c. Walaupun diklaim dapat mengurangi dosis yang diterima pasien,
digital radiografi justru lebih sering meningkatkan dosis pasien, karena
-
Over eksposure tidak akan terdeteksi (dapat dikurangi dengan mudah dalam proses
komputer). Sehingga radiografer cenderung menambah faktor eksposi.
-
Pengulangan pemeriksaan (sebelum dicetak) tidak akan menambah jumlah film yang
digunakan, sehingga menurunkan tingkat kehati-hatian radiografer.
Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia
Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )