PT. PERWIRA MEDIKA INDONESIA: Flouroscopy

Laman

Selamat Datang di Website Resmi PT. Perwira Medika Indonesia // Tumbuh Berkembang Bersama untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Flouroscopy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flouroscopy. Tampilkan semua postingan

Cath Lab

CATH LAB
WITH PANEL DETECTOR





Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
 

Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

C-Arm

DIGITAL C-ARM
With PANEL DETECTOR









Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
 

Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

Stasionary Fix Unit 400mA - 500mA


STASIONARY / FIX UNIT 400 - 500mA
High Frequency Machine






Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
 

Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

Mobile Xray Non Digital


Mobile Xray Non Digital
 
 
Allengers Mars 6 SBM Kapasitas 150mA Non Digital


 
 
Allengers Mars 15 SBM Kapasitas 250mA & Allengers Mars 30 SBM Kapasitas 350mA Non Digital


Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
 

Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

ALAT UKUR RADIASI

Pelayanan produk alat ukur radiasi :

  • Penjualan TLD / TLD Lensa Mata / Pocket Dosimetri / Surveymeter Baru 
  • Penambahan TLD personil / penggantian nama user yang resign / mengundurkan diri
  • Jasa Evaluasi TLD / TLD Lensa Mata rutin 3 Bulanan
  • Jasa Kalibrasi Pocket Dosimetri
  • Jasa Kalibrasi Surveymeter
  • Jasa Kalibrasi Elektrometer
  • Jasa Uji Keluran Output Linac Elektron 6 - 22 meV 
  • Jasa Uji Keluaran Output Linac Foton 6 - 10 MV

Macam - macam alat ukur radiasi

A. Monitor Radiasi (Survey Meter)
  • Salah satu alat ukur proteksi radiasi yg berfungsi untuk mengukur tingkat radiasi disuatu lokasi secara langsung.
  • Surveymeter tdd 2 bagian yaitu detektor dan peralatan penunjang.
  • Sebelum digunakan harus dikalibrasi dahulu sesuai dengan kebutuhan.
  • Kalibrasi hanya sekali dalam setahun, dan bersertifikat Kalibrasi BATAN.



B. Dosimeter Perorangan
  • Mengukur dosis radiasi secara akumulasi -> dosis radiasi tersebut dijumlahkan dengan dosis yang telah mengenai sebelumnya.
  • Terdapat 3 macam yang sering digunakan yaitu -> dosimeter saku, film badge dan dosimeter termolumensensi (TLD).
1. Pocket Dosimeter Saku



  • Dosimeter ini adalah generasi terbaru, jika sebelumnya kita kenal dengan pocket dosimeteri dengan isian gas, sekarang terchnologi tersebut sudah di gantikan dengan sistem digital.
  • Dengan pemakaian yang sangat sederhana di lengkapi fitur angka menunjukan dosis
  • Sistem baterai membuat lebih efisien.
2. Film Badge 
  • Menggunakan film photografi yg merupakan emulsi butiran perak bromida (AgBr) yg berfungsi sbg detektor krn apabila terkena radiasi ion Ag+ akan berubah mjd Ag dan disebut bayangan latent.
  • Dpt menyimpan dan meredam dosis radiasi yg mengenainya secara akumulasi selama film blm diproses.
  • Pemrosesan film dg menggunakan larutan kimia yg akan memunculkan bayangan hitam pd film tsb.
  • Tingkat kehitaman bayangan film sebanding dgn intensitas radiasi yg mengenainya. Semakin banyak radiasi yg mengenainya tingkat kehitaman film semakin pekat. 
  • Holder film selain sebagai tempat film, berfungsi jg sbg filter utk membedakan jenis danenergi radiasi yg mengenainya.
3. Dosimeter Termolumenisensi (TLD) 
    a. TLD Radiologi / General Xray


  • TLD digunakan utk merekam dosis akumulasi yang mengenainya,TLD menggunakan detektor berbentuk kristal anorganik termolumenisensi.
  • Pemprosesan dilakukan dengan memanaskan kristal TLD sampai suhu tertentu kemudian dideteksi percikan cahaya yang dipancarkan untuk mengetahui dosisnya -> TLD reader.
  • Keunggulan TLD dibandingkan dengan film badge adalah tingkat ketelitiannya dan dapat digunakan berulang kali.
    b. TLD Pesawat Xray Intervensional / TLD Lensa Mata 
 


        
TLD Mata, bagian depan adalah tampilan vinyl putih dan bagian belakang (menempel dahi) berupa chip TLD mata. TLD lensa mata merk Harshaw jenis TLD-700 Chipstrate yang di letakkan dalam kantong vinyl.
 

Alat Radiologi Terlengkap
Kami membantu anda melangkapi kebutuhan alat radiologi yang anda butuhkan.
Bila ada yang mau di tanyakan mengenai produk ini silahkan bisa menghubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

Jasa Pemasangan Pb Ruang Radiologi

Kami melayani jasa pemasangan Pb / timbal dan Kaca Pb untuk memproteksi radiasi hambur di ruang radiologi / ruang CT-SCAN / ruang C-arm di Rumah Sakit Negri ataupun swasta.
Kami bersedia membantu menghitungkan berapa kebutuhan timbal untuk luas ruang radiologi anda. dan mendisain ruang radiologi anda sesuai peraturan BAPETEN sebagai syarat perijinan alat xray.
Adapun ukuran ketebalan Timbal yang kami jual :
1. Ketebalan Timbal 1 mm, dengan berat 1 m persegi = 12,5 kg
2. Ketebalan Timbal 2 mm, dengan berat 1 m persegi = 25 kg


Populasi Pemasangan Timbal PT Perwira Medika Indonesia

     Tempat Pemasangan                                   Tahun
RSIA Karunia Bunda, Tangerang                                        2015
RIS Hospital, Tangerang Selatan                                         2015
CV. Sagung Seto, Jakarta                                                     2015      
RS. Al Hanif, Tangerang                                                      2016
Klinik Medexs, Jakarta                                                        2016
Klinik Bidakara Medical Center, Jakarta                             2016
Klinik Medikaloka, Jakarta                                                  2016
RSUD Kudus, Jawa Tengah                                                 2016
Pintu Radiologi Rumah Sakit Pluit, Jakarta                         2017
Klinik Prodia Salemba, Jakarta                                            2017
PT Krisolis Jaya Mandiri Cab. Kupang                                2017
PT Kano Kreasi Pelangi , Tangerang                            2017
Klinik Mata Nusantara Jakarta Selatan                                 2017
PT. Bertindo Anugrah Persada                                              2018
PT Kontindo Panca Manunggal, Jakarta                               2018
Pintu CT Scan RS Medika BSD, Tangerang Selatan            2018
Klinik Prodia Jatiwaringin, Jakarta                                       2018
Klinik IWIP Ternate Maluku Utara                                       2019
RSIA Bunda Sejahtera, Tangerang                                        2019
Rontgen Isolasi Covid-19 UGD RS CIREMAI                    2020
RSUD Musirawas, Sumatra Selatan                                     2020
Klinik Telkom Medika, Banjarmasin                                    2022
Klinik Intibios Banjarmasin                                                  2024
Pintu Radiologi RSU Adhyaksa                                            2024
PT. Espe Kontraktor Indo/Ruang OT Siloam Mampang      2024





Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )

Digital Radiography

MOBILE DIGITAL RADIOGRAPHY

Mobile DR MARS 15 DR MOTORIZED 200mA


 

STATIONARY DIGITAL RADIOGRAPHY

MARS 40 DR 500mA & MARS 50 DR 630mA DUAL DETECTOR



 

1. Pengertian
Digital radiografi adalah sebuah bentuk pencitraan sinar_X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggatikan film fotografi konvensional. Dan processing kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau laser printer.

2. Komponen Digital Radiography
Sebuah sistem digital radiographi terdiri dari 4 komponen utama, yaitu X-ray source, detektor, Analog-Digital Converter, Computer, dan Output Device.

A. X-ray Source
Sumber yang digunakan untuk menghasilkan X-ray pada DR sama dengan sumber X-ray pada Coventional Radiography. Oleh karena itu, untuk merubah radiografi konvensional menjadi DR tidak perlu mengganti pesawat X-ray.
B. Image Receptor
Detektor berfungsi sebagai Image Receptor yang menggantikan keberadaan kaset dan film. Ada dua tipe alat penangkap gambar digital, yaitu Flat Panel Detectors (FPDs) dan High Density Line Scan Solid State Detectors.
1) Flat Panel Detectors (FPDs)
FPDs adalah jenis detektor yang dirangkai menjadi sebuah panel tipis. Berdasarkan bahannya, FPDs dibedakan menjadi dua, yaitu
a. Amorphous Silicon
Amorphous Silicon (a-Si) tergolong teknologi penangkap gambar tidak langsung karena sinar-X diubah menjadi cahaya. Dengan detektor-detektor a-Si, sebuah sintilator pada lapisan terluar detektor (yang terbuat dari Cesium Iodida atau Gadolinium Oksisulfat), mengubah sinar-X menjadi cahaya. Cahaya kemudian diteruskan melalui lapisan photoiodida a-Si dimana cahaya tersebut dikonversi menjadi sebuah sinyal keluaran digital. Sinyal digital kemudian dibaca oleh film transistor tipis (TFT’s) atau oleh Charged Couple Device (CCD’s). Data gambar dikirim ke dalam sebuah computer untuk ditampilkan. Detektor a-Si adalah tipe FPD yang paling banyak dijual di industri digital imaging saat ini.

b. Amorphous Selenium (a-Se)
Amorphous Selenium (a-Se) dikenal sebagai detektor langsung karena tidak ada konversi energi sinar-X menjadi cahaya. Lapisan terluar dari flat panel adalah elektroda bias tegangan tinggi. Elektrode bias mempercepat energi yang ditangkap dari penyinaran sinar X mealui lapisan selenium. Foton-foton sinar-X mengalir melalui lapisan selenium menciptakan pasangan lubang electron. Lubang-lubang elektron tersebut tersimpan dalam selenium berdasarkan pengisian tegangan bias. Pola (lubang-lubang) yang terbentuk pada lapisan selenium dibaca oleh rangakaian TFT atau Elektrometer Probes untuk diinterpretasikan menjadi citra.
2) High Density Line Scan Solid State device
Tipe penangkapan gambar yang kedua pada DR adalah High Density Line Scan Solid State device. Alat ini terdiri dari Photostimulable Barium Fluoro Bromide yang dipadukan dengan Europium (BaFlBr:Eu) tatu Fosfor Cesium Bromida (CsBr).
Detektor fosofor merekam energi sinar-X selama penyinaran dan dipindai (scan) oleh sebuah dioda laser linear untuk mengeluarkan energi yang tersimpan yang kemudian dibaca oleh sebuah penangkap gambar digital Charge Coupled Devices (CCD’s). Image data kemudian ditransfer oleh Radiografer untuk ditampilkan dan dikirim menuju work stasion milik radiolog.

C. Analog to Digital Converter
Komponen ini berfungsi untuk merubah data analog yang dikeluarkan detektor menjadi data digital yang dapat diinterpretasikan oleh komputer.

D. Komputer
Komponen ini berfungsi untuk mengolah data, manipulasi image, menyimpan data-data (image), dan menghubungkannya dengan output device atau work station.

E. Output Device
Sebuah sistem digital radiografi memiliki monitor untuk menampilkan gambar. Melaui monitor ini, radiografer dapat menentukan layak atau tidaknya gambar untuk diteruskan kepada work station radiolog.
Selain monitor, output device dapat berupa laser printer apabila ingin diperoleh data dalam bentuk fisik (radiograf). Media yang digunakan untuk mencetak gambar berupa film khusus (dry view) yang tidak memerlukan proses kimiawi untuk mengasilkan gambar.
Gambar yang dihasilkan dapat langsung dikirimkan dalam bentuk digital kepada radiolog di ruang baca melaui jaringan work station. Dengan cara ini, dimungkinkan pembacaan foto melaui teleradiology.
Kelebihan dan Kekurangan Digital Radiography
Kelebihan yang dimiliki digital radiography antara lain:
a. Cepat dan efisien karena tidak membutuhkan kamar gelap untuk pencetakan gambar.
b. Hasil lebih akurat.
c. Sistem sinar-X (pesawat) dapat tetap digunakan dengan dilakukan moifikasi.
d. Tidak membutuhkan ahli komputer karena perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur image mudah digunakan.
e. Angka penolakan film dapat ditekan.
f. Dapat digunakan untuk radiografi mobile X-Ray unit dengan detektor digital (flat digital).

Kekurangan digital radiography antara lain :
a. Dibutuhkan dana yang besar untuk mengganti fasilitas radiografi konvensional menjadi digital.
b. Kesalahan faktor eksposi yang terlalu parah tidak dapat diperbaiki.
c. Walaupun diklaim dapat mengurangi dosis yang diterima pasien, digital radiografi justru lebih sering meningkatkan dosis pasien, karena
- Over eksposure tidak akan terdeteksi (dapat dikurangi dengan mudah dalam proses komputer). Sehingga radiografer cenderung menambah faktor eksposi.
- Pengulangan pemeriksaan (sebelum dicetak) tidak akan menambah jumlah film yang digunakan, sehingga menurunkan tingkat kehati-hatian radiografer. 
 
 
Produk ini sudah terdaftar pada Ekatalog LKPP
 

Info lebih lanjut dapat hubungi kami :
PT. Perwira Medika Indonesia

Email : kantorpusat.pmi@gmail.com
CP : Endra triatmoko, S.Tr. Rad ( 082111701910 )